Sabtu, 24 Agustus 2013

   Diantara para pembaca pasti ada yang udah atau belum di Bully. Mem-Bully dapat diartika seperti menyakiti orang lain dengan cara-cara sadis. Biasanya diwujudkan dalam bentuk kata-kata maupun langsung melakukan kekerasan terhadap fisik orang lain.
     Bully sering terjadi dilingkungan sekolah. Para junior, orang-orang lemah, dan murid baru yang sering jadi korban pem-Bully-an.Mendengar kata Bully , mimin teringat akan Geng. 
Geng adalah sekelompok manusia yang berkumpul dengan tujuan tertentu, memiliki rasa nasionalisme yang kuat antar anggota geng, dan sangat tertutup terhadap orang lain diluar geng.
    Nah, para pelaku pem-Bully-an biasanya tidak sendirian. Tapi selalu mengajak anggota gengnya untuk mem-Bully seseorang. Bagi mereka melihat orang lain sengsara itu menyenangkan.
Namun, tidak semua geng berlaku seperti hal diatas, malah ada geng yang dibentuk dengan terbuka,tanpa berbau kekerasan sedikit-pun.

Dan,daripada kebanyakan ngomong mending langsung kita bahas habis tentang Bully ini !

1.Penyebab Bully 


Penyebab Bully itu antara lain : 
  • Hubungan Keluarga.
Hubungan Keluarga yang harmonis , pasti menciptakan orang-orang cinta damai. Namun jika sebaliknya , (Orangtua yang suka memaki, melakukan kekerasan , dsb.) pasti menghasilkan orang yang penuh kebencian pula. Maka saya tarik kesimpulan , bahwa seseorang suka mem-Bully mungkin karena didalam keluarganya ia terbiasa dan menganggap mem-Bully itu adalah tindakan benar.
  • Tekanan Teman Sebaya
Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman sekitar rumah kadang kala terdorong melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk mendapatkan respek dari teman, atau untuk menunjukkan di depan teman-temannya bahwa dia punya kekuatan, dia yang paling berani, dialah orang yang berkuasa dikelompoknya.
  • Pengaruh Media
Survey yang dilakukan kompas (Saripah, 2006) memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adegan-adegan film yang ditontonnya, umumnya mereka meniru geraknya (64%) dan kata-katanya (43%). 
  • Sekolah
Karena pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, terutama pada kasus kekerasan verbal dan relasional, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi anak-anak yang lainnya. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah yang didalamnya terdapat perilaku diskriminatif, kurangnya pengawasan dan bimbingan etika, adanya kesenjangan besar antara siswa yang kaya dan miskin, pola kedisiplinan yang sangat kaku ataupun yang terlalu lemah, bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.
Lingkungan
  • Riwayat Korban Kekerasan
Biasanya pelaku Bully pernah di sakiti atau terluka mentalnya. Sehingga timbul niat untuk balas dendam dengan cara yang sama terhadap orang yang lemah 
  • Riwayat Perkelahian
Pelaku mungkin pernah ikut dalam perkelahian (menindas orang lemah). Ketagihan, dan merasa senang jika telah menindas ( mem-Bully) orang lain.
Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sejiwa (2007), terangkum beberapa pendapat orang tua tentang alasan anak-anak menjadi pelaku bullying, di antaranya:
  1. Karena mereka pernah menjadi korban bullying
  2. Ingin menunjukkan eksistensi diri
  3. Ingin diakui
  4. Pengaruh tayangan TV yang negatif
  5. Senioritas
  6. Menutupi kekurangan diri
  7. Mencari perhatian
  8. Balas dendam
  9. Iseng
  10. Sering mendapat perlakuan kasar dari pihak lain
  11. Ingin terkenal
  12. Ikut-ikutan.


Sumber Terkait : 
 http://situsbk.blogspot.com/2012/04/mengapa-mereka-melakukan-bullying.html
 http://female.kompas.com/read/2012/08/07/14121459
 http://www.psychologymania.com/2012/06/faktor-faktor-penyebab-terjadinya.html

2.Kerugian Jika Mem-Bully


Banyak kerugian terhadap diri sendiri jika kita membully. Antara lain :
~Teman-teman kita sebahagian terpaksa menemani kita karena takut di Bully.
~Orang bukannya menyegani kita, malah menganggap kita itu monster.
~Jika ketahuan guru, nama kita bisa masuk BlackList.
~Dosa kita nambah
~Banyak yang benci sama kita.
~Lawan jenis enggan dekat-dekat sama kita.
~Adik kelas menghargai kita didepan mata . Tapi dibelakang kita? Mereka sibuk bergosip tentang kejelekan kita.
~Saat melihat kita, hati orang lain bukannya senang, malah ketakutan setengah mati.

Gak enak banget donk ya dianggap monster. Gak asik . Jadi mendingan kita jauh jauh deh dari yang namanya Bully !

3.Mengatasi Bully


  •  Jangan Terpancing Emosi Ketika diejek oleh orang lain
Ketika kita diejek oleh orang lain, maka kita jangan terpancing emosi. Karena orang lain akan meneruskan ejekannya, dikemudian hari, karena hal itu dianggap berhasil membuat kamu seolah olah “ejekan itu sesuai” dengan pribadi anda.
  • Tunjukkan bahwa Anda tidak takut
    Menunjukkan bahwa Anda tidak takut juga merupakan cara penting untuk menangani bullying. Terkadang bila si pengganggu memiliki naluri seperti binatang liar. Mereka merasakan ketakutan dan kelemahan dan mereka menggunakan kelemahan yang dirasakan untuk mengganggu orang lain.
  • Tidak membalas dengan hal yang sama 
Membalas dengan hal yang sama bukanlah tindakan yang terpuji dan patut untuk dilakukan. Kebencian tidak harus ditanggapi dengan kebencian, karena permasalahan tidak akan ada habisnya; yang ada malah menciptakan siklus yang berkelanjutan. Jadi sebaiknya Anda tidak membalas dengan hal yang sama.

  • Jangan terlihat lemah
Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu yang melibatkan si pengganggu Anda. Sekali lagi, ia akan melihat bahwa Anda rentan dan lemah, dan hal ini lah yang memberi kekuatan bagi si  pengganggu. Tidak usah terlibat dalam kekerasan atau terpancing emosi, dan jangan biarkan si pengganggu melihat Anda menangis.

  • Beranikan diri untuk membela diri sendiri
Beranikan diri untuk membela diri sendiri; jika bukan Anda yang membela diri Anda sendiri siapa lagi yang akan memulainya. Ada beberapa cara untuk melakukannya, cara-cara seperti poin di atas termasuk salah satu cara untuk membela diri.

  • Cari dukungan

Jika tidak bisa diatasi sendiri, carilah bantuan dan dukungan. Adanya kelompok-kelompok pendukung mungkin bisa membantu dan memberikan dukungan moril, terutama dalam kasus-kasus bullying yang ekstrim. Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa Anda tidak sendirian, orang lain juga bisa mengalami hal yang sama, dan Anda akan lebih kuat bersama-sama daripada Anda menghadapinya sendirian.

4. Lima Kategori Tidakan Bullying


1. Kontak fisik langsung, seperti memukul, menjambak, mencubit, memeras harta orang lain, menendang, dan lain sebagainya.
2. Kontak verbal langsung, seperti mengancam merendahkan, menghina, mencela.
3. Perilaku non-verbal langsung, seperti menampilkan ekspresi merendahkan atau sinis.
4. Perilaku non-verbal tak langsung, seperti mengucilkan teman dan memanipulasi persahabatan.
5. Pelecehan seksual

Sumber : http://mjeducation.co/bullying-sebab-dan-antisipasinya/
 

5.Mengapa saya yang terpilih sebagai korban?


Terkadang korban Bully bertanya-tanya mengapa ia terpilih sebagai korban Bully. Jawabannya antara lain :
 ~sang anak pernah berhubungan kurang baik dengan para pem Bully . Sehingga , para pembully melakukan tindak baals dendam.
~sang anak terkenal dengan kesombongannya, membuat teman temannya berniat mengasingkannya.
~sang anak mempunyai cacat mental maupun fisik.
~sang anak dianggap sombong karena memiliki paras yang indah , ekonomi yang diatas cukup, dan ilmu pengetahuan yang tinggi dengan kata lain para pembuly sirik sehingga mencoba menjatuhkan sang anak dengan cara membully
~sang anak dianggap aneh
~sang anak dinilai terlalu 'sksd', 'caper', dan sok tahu. Jadilah ia diBully.
~sang anak terlalu penakut.
~sang anak tidak punya banyak teman.
~sifat sang anak memang benar benar tidak baik.

Namun walaupun begitu , tindakan Bully bukanlah hal yang tepat untuk melampiaskan amarah . Jika kita memang ingin seseorang itu berubah menjadi baik, jadilah temannya yang membuat ia baik. Karena pada dasarnya, kita tidak bisa memaksakan seseorang itu seperti apa yang kita mau, kita tidak lebih tinggi derajatnya dari orang lain , daripada menambah dosa dengan membully , lebih baik mengurus diri sendiri daripada sibuk menjatuhkan orang lain. Salam damai ^^V

Admin: Amelia